selamat datang di my blog

Selasa, 13 November 2012

My Planning


Education:
Planning utama saya di bidang education yakni ingin lulus SI dengan nilai IP yang sangat memuaskan dan on time, segala bentuk kegiatan akademis di kampus dapat berjalan lancar sesuai  dengan harapan.

Carier:
rencana saya di bidang karir yakni secepatnya ingin memperoleh pekerjaan sebagai tenaga pendidik di lembaga atau sekolah formal, minimal sebelum lulus harus sudah mengajar, setelah lulus SI insyaAllah harus terdaftar sebagai CPNS walaupun kedengaranya agak Impossible,, but for me why not?? Tidak ada yang tidak mungkin jika kita terus berusaha and of course positif thinking..Amin, ingin menjadi guru teladan dan professional yang bisa membangun karakter peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki peserta didik, sehingga peserta didik di masa yang akan datang dapat memberikan perubahan yang lebih baik bagi bangsa dan negaranya.

My Experince at Darussalam Institute For Islamic Studies



Experience is the best teacher..ehm I think that’s so good..well dari pengalaman kita bisa belajar banyak hal  yang belum pernah kita ketahui sebelumnya  dan dari pengalaman pula lah kita berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang telah kita buat.
Pengalaman tidak pernah terlepas dari perjalanan hidup seseorang. Karena setiap bagian atau sekmen kehidupan yang telah dilalui oleh seseorang baik itu kejadian yang  menyenangkan maupun menyedihkan akan menjadi moment yang tak kan bisa terulanglagi dan takkan terlupakan. Begitu pula dengan perjalanan hidup saya tentunya selalu dihiasi dengan pengalaman pengalaman yang senantiasa mengisi dan mengiringi perjalanan hidup saya mulai dari buaian sampai saat ini. Jika saya diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman hidup saya mulai dari pertama kali dapat menatap indahnya dunia ini sampai saat ini mungkin memerlukan waktu yang tak sedikit bahkan untuk menuliskanya dapat menghabiskan ribuan kertas karena begitu banyaknya pengalaman hidup yang telah saya lalui. Tapi disini saya akan sedikit berbagi mengenai pengalaman saya selama mengenyam pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam (IAID) sampai saat ini.
 Tepatnya satu tahun yang lalu setelah saya dinyatakan lulus pada jenjang pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) saya merasakan bahagia yang luar biasa dan serasa berada di atas awan. Akan tetapi saya tidak boleh terlalu lama terbuai dengan kesenangan ini saya harus mampu untuk menentukan masa depan, apakah saya akan melanjutkan pendidikan ataukah mencari pekerjaan? Seketika pikiranpun menjadi bimbang, tak tahu arah dan galau,I’m so confused now? gerutu dalam hatiku. Besar sekali harapku untuk melanjutkan pendidikan tetapi terlebih dahulu saya harus mempertimbangkanya dengan kondisi keuangan keluarga,walaupun saya deal untuk melanjutkan pendidikan tapi harus memilih perguruan tinggi yang sekiranya terjangkau oleh deposit keluarga saya tanpa mengenyampingkan kualitas akademik dari perguruan tinggi tersebut. Waktu itu saya mencoba untuk mendiskusikan hal ini dengan kedua orang tuaku dan ternyata orang tua saya menyetujui dan mengijinkan saya untuk melanjutkan akademik, betapa senangnya hatiku pada waktu itu. Tetapi rasanya kebahagiaan ku ini belum sempurna karena saya tidak tahu mau dibawa kemanakah pendidikan akademik ku? Kemudian orang tuaku menyarankan untuk melanjutkan pendidikan  ke IAID..ehm tanpa pikir panjang akupun menyetujui saran orang tuaku. Waktu pendaftaranpun  tiba, pagi itu dengan penuh semangat ku langkahkan kaki ku menuju kampus IAID untuk melakukan pendaftaran sebagai prasyarat penerimaan mahasiswa baru dan saya mengambil jurusan PGMI karena merasa tertarik dengan prodi tersebut yang memberikan kesempatan kepada kita untuk mengusai semua mata pelajaran MI dan dapat lebih mengenal karakter peserta didik tingkat MI/SD yang beraneka ragam dan tentunya tak semudah membalikan telapak tangan. Setelah itu saya mengikuti prosedur yang telah ditentukan oleh pihak fakultas sebagai prasyarat sebagai seorang mahasiswa baru, mulai dari proses pendaftaran, testing dan pengumuman kelulusan.  kegiatan ta’aruf mahasiswa darussalam atau sering dikenal dengan sebutan Tamada pun dimulai. Masa ta’aruf ini benar-benar berbeda dengan kegiatan ospek di perguruan tinggi pada umumnya karena tamada di darussalam lebih menekankan pada pembentukan mahasiswa yang intelek dan berwawasan luas melalui pemberian motivasi, pemberian materi-materi yang penuh dengan muatan pendidikan dan berwawasan, pengenalan lingkungan kampus, pengenalan prodi yang ada di darussalam dan hal yang paling utama dari tamada yakni masa ta’aruf antar mahasiswa darussalam. Sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa baru salah satunya dapat membantu mahasiswa baru untuk baradaptasi dengan dunia perkuliahan, dan membekali  mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri memasuki dunia perkuliahan di kampus darussalam.
Tepatnya satu minggu setelah kegiatan Tamada, aktivitas akademis di kampus pun  dimulai, ku rasakan senang yang amat luar biasa karena dapat mengenyam pendidikan di institusi yang baru dan tentunya mendapatkan kawan baru,akan tetapi disamping itu kurasakan hal yang tak biasanya dimana aku harus berusaha beradaptasi dengan nuansa pembelajaran di perkuliahan yang di penuhi dengan kegiatan diskusi. kegiatan diskusi ini menuntut kita untuk mampu aktif berbicara mengemukakan opini terhadap suatu permasalahan. Pada awalnya kesulitan ini jelas terasa, karena intensitas diskusi di jenjeng pendidikan sebelumnya tak seintesif di perkuliahan,akan tetapi seiring berjalanya waktu aku pun terbiasa dengan yang namanya diskusi, menikmati kegiatan ini dan ternyata banyak sekali mafaat dari diskusi ini yakni dengan diskusi kita bisa bertukar pikiran dalm memecahkan suatu permasalahan,saling berbagi pengalaman dan tentunya dapat memperluas wawasan kita. Dan kini diskusi merupakan soulmate dan makanan sehari-hariku di kampus.