Experience
is the best teacher..ehm I think that’s so good..well dari pengalaman kita bisa
belajar banyak hal yang belum pernah
kita ketahui sebelumnya dan dari
pengalaman pula lah kita berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang telah kita
buat.
Pengalaman
tidak pernah terlepas dari perjalanan hidup seseorang. Karena setiap bagian
atau sekmen kehidupan yang telah dilalui oleh seseorang baik itu kejadian
yang menyenangkan maupun menyedihkan
akan menjadi moment yang tak kan bisa terulanglagi dan takkan terlupakan.
Begitu pula dengan perjalanan hidup saya tentunya selalu dihiasi dengan
pengalaman pengalaman yang senantiasa mengisi dan mengiringi perjalanan hidup
saya mulai dari buaian sampai saat ini. Jika saya diberi kesempatan untuk
menceritakan pengalaman hidup saya mulai dari pertama kali dapat menatap
indahnya dunia ini sampai saat ini mungkin memerlukan waktu yang tak sedikit
bahkan untuk menuliskanya dapat menghabiskan ribuan kertas karena begitu banyaknya
pengalaman hidup yang telah saya lalui. Tapi disini saya akan sedikit berbagi
mengenai pengalaman saya selama mengenyam pendidikan di Institut Agama Islam
Darussalam (IAID) sampai saat ini.
Tepatnya satu tahun yang lalu setelah saya
dinyatakan lulus pada jenjang pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)
saya merasakan bahagia yang luar biasa dan serasa berada di atas awan. Akan
tetapi saya tidak boleh terlalu lama terbuai dengan kesenangan ini saya harus
mampu untuk menentukan masa depan, apakah saya akan melanjutkan pendidikan
ataukah mencari pekerjaan? Seketika pikiranpun menjadi bimbang, tak tahu arah
dan galau,I’m so confused now? gerutu dalam hatiku. Besar sekali harapku untuk
melanjutkan pendidikan tetapi terlebih dahulu saya harus mempertimbangkanya
dengan kondisi keuangan keluarga,walaupun saya deal untuk melanjutkan
pendidikan tapi harus memilih perguruan tinggi yang sekiranya terjangkau oleh
deposit keluarga saya tanpa mengenyampingkan kualitas akademik dari perguruan
tinggi tersebut. Waktu itu saya mencoba untuk mendiskusikan hal ini dengan
kedua orang tuaku dan ternyata orang tua saya menyetujui dan mengijinkan saya
untuk melanjutkan akademik, betapa senangnya hatiku pada waktu itu. Tetapi
rasanya kebahagiaan ku ini belum sempurna karena saya tidak tahu mau dibawa
kemanakah pendidikan akademik ku? Kemudian orang tuaku menyarankan untuk
melanjutkan pendidikan ke IAID..ehm
tanpa pikir panjang akupun menyetujui saran orang tuaku. Waktu
pendaftaranpun tiba, pagi itu dengan
penuh semangat ku langkahkan kaki ku menuju kampus IAID untuk melakukan
pendaftaran sebagai prasyarat penerimaan mahasiswa baru dan saya mengambil
jurusan PGMI karena merasa tertarik dengan prodi tersebut yang memberikan
kesempatan kepada kita untuk mengusai semua mata pelajaran MI dan dapat lebih
mengenal karakter peserta didik tingkat MI/SD yang beraneka ragam dan tentunya tak
semudah membalikan telapak tangan. Setelah itu saya mengikuti prosedur yang
telah ditentukan oleh pihak fakultas sebagai prasyarat sebagai seorang
mahasiswa baru, mulai dari proses pendaftaran, testing dan pengumuman
kelulusan. kegiatan ta’aruf mahasiswa
darussalam atau sering dikenal dengan sebutan Tamada pun dimulai. Masa ta’aruf
ini benar-benar berbeda dengan kegiatan ospek di perguruan tinggi pada umumnya
karena tamada di darussalam lebih menekankan pada pembentukan mahasiswa yang
intelek dan berwawasan luas melalui pemberian motivasi, pemberian materi-materi
yang penuh dengan muatan pendidikan dan berwawasan, pengenalan lingkungan
kampus, pengenalan prodi yang ada di darussalam dan hal yang paling utama dari
tamada yakni masa ta’aruf antar mahasiswa darussalam. Sehingga kegiatan ini
sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa baru salah satunya dapat membantu
mahasiswa baru untuk baradaptasi dengan dunia perkuliahan, dan membekali mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri
memasuki dunia perkuliahan di kampus darussalam.
Tepatnya
satu minggu setelah kegiatan Tamada, aktivitas akademis di kampus pun dimulai, ku rasakan senang yang amat luar
biasa karena dapat mengenyam pendidikan di institusi yang baru dan tentunya
mendapatkan kawan baru,akan tetapi disamping itu kurasakan hal yang tak
biasanya dimana aku harus berusaha beradaptasi dengan nuansa pembelajaran di perkuliahan
yang di penuhi dengan kegiatan diskusi. kegiatan diskusi ini menuntut kita
untuk mampu aktif berbicara mengemukakan opini terhadap suatu permasalahan.
Pada awalnya kesulitan ini jelas terasa, karena intensitas diskusi di jenjeng
pendidikan sebelumnya tak seintesif di perkuliahan,akan tetapi seiring
berjalanya waktu aku pun terbiasa dengan yang namanya diskusi, menikmati
kegiatan ini dan ternyata banyak sekali mafaat dari diskusi ini yakni dengan
diskusi kita bisa bertukar pikiran dalm memecahkan suatu permasalahan,saling
berbagi pengalaman dan tentunya dapat memperluas wawasan kita. Dan kini diskusi
merupakan soulmate dan makanan sehari-hariku di kampus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar